Selasa, 09 Desember 2014

Bunga Tidur Kerinduan



Kian indah dalam fatamorgana ketika sang malam telah hadir bersama segenap kesepiannya
Bintang yang kian bersembunyi dibalik awan gelap sang malam
Seolah tak ingin melihat kesedihanku malam ini
Mereka bersembunyi kian tak mau menemani malamku lagi

Sang fatamorgani yang kian mengukir tanpa alpa dalam malam
Tiada pernah alpa dalam tidurku
Bunga tidur yang kian menyemai kerinduan untukmu
Bersama bunga tidur kerinduan kamu selalu hadir dalam fatamorgana

Kuatnya rasa ini seolah tak mampu terdefenisi dalam sebuah mimpi
Fatamorganamu kian hadir
Tanpa ku sadari seolah kamu memang selalu ada
Dalam diammu yang seolah menyudahi semuanya

Namun, fatamorgana terus dan terus menghantuiku
Dalam bunga tidur kerinduan

Terbangun seolah semua sirna dan hanya bunga tidur dalam kerinduan pada malam-malam ku
Sampai kapan,
Ntah sampai kapan hanya dalam bunga tidur

Dalam Diam



Berkata namun tak bersuara,
Menjerit namun tak terdengar
Marah namun tak terlampiaaskan dan
Cemburu yang tertimpa

Dalam diam ku selalu hadir
Dalam diam ku selalu berdoa
Dalam diam kealpaan jarang hadir
Namun dalam diam, doa selalu untukmu

Begitu banyak kecemburuan yang kian tertorehkan dalam sosmedmu
Hingga dalam diam ku tak mau melihat itu lagi
Hanya tumpukkan kecemburuan dan sakit hati yang kian tercipta
Dalam diam ku tak mau mengotori hatiku
Dalam diam ku tak mau menambah amarahku
Namun dalam diam ku ingin selalu mencintaimu

Dalam diam ada kata yang kurindukan
Dalam diam ada suara yang selalu ku nantikan
Dalam diam berharap sang dokter cintaku hadir menemani dalam fatamorgana mimpi

Kobaran cemburu





Lontaran kata-kata mereka yang seolah merekalah yang palling spesial di matamu
Tak ku pungkiri rasa itu kian membara
Ibarat api yang membara oleh keringnya dedaunan
Komunikasi kita yang kian mengering

Hadirnya mereka si sosial media dengan candaan dan kata keakraban
Membuat api cemburu kian membara

Kuakui aku lemah dalam hal kesabaran
Aku kian cemburu dan mencemburui kisah itu

Selasa, 07 Oktober 2014

Indah Kebersamaan itu....

sore yang indah bersama kerinduan yang kian menepis khayalan sellau membawaku pada cerita semu yang tiada habisnya hingga waktu yang kian menjawab di hari esok. dimana kamu? akankah kamu juga merasakan hal yang sama di sore ini? tidak, amu lupa akan semuannya. kamu hanya hadir ketika kamu butuh bantuan, tanpa menganggap au masih ada di hatimu. aku menyadari kamu telah membuangku namun terllau bodoh bagiku hingga kini masih mempertahankan hati ini. terlalu lemah diri ini ketika masih serius bercengkrama dengan kisah sore ini dalam khayalan semu.

ku tidak akan mempermasalahkan luka ini. namun, mana hatimu yang selalu ku perjuangkan selama ini?