Selasa, 09 Desember 2014

Sujud Bersamamu




Waktu yang indah ketika itu
Ku yakin waktu itu akan terulang menjadi abadi di hari esok
Sujud bersamamu,
Menjadi ma’mummu adalah kebanggaan yang tiada pernah dapat tergantikan
Hari-hari yang cukup singkat kemarin adalah awal untuk kita bersama selamanya

Dalam sujud dan doa kita kemarin,
Ingin hari itu kembali lagi,
Menjadi ma’mum dan sujud bersamamu
Hari yang indah dan takkan pernah terdelet dari memori ingatanku
Dan aku yakin
Esok ku kan kembali sujud bersamamu

Beribadah kepada-Nya,
Dalam ketaatan sebagai hamba-Nya yang kian meringkih menuju syurga abadi
Dalam sujud bersamamu

Lantunan ayat yang kian indah terucap dari tulusnya ucapanmu
Keberanianmu untuk menjadi imam
Walaupun ku menilai masih minus,
Namun kau berani buktikan keseriusanmu untuk menjadi imam

Aku bangga atas keberanian dan perjuanganmu
Sekalipun di mata manusia bernilai minus
Tapi keberanianmu melupakan hal itu,
Imamku

Just Only You




Kangen perhatianmu yang begitu sempurna dulu
Kangen nasihatmu yang begitu lengkap
Kangen hari-hari bersamamu yang begitu berwarna

Hal yang sulit sekalipun jutaan orang menyuruhku untuk melupakanmu
Hal yang sulit untuk membuka hati ini untuk orang lain
Hingga detik ini ku belum siap seperti yang disuruh mereka

Celaan ku sebagai wanita yang bodoh yang hingga detik ini masih mempertahankanmu bagi mereka
Tapi hatiku berkata lain,
Aku hanya ingin kamu selamanya di dalam hidup ini,
Apapun alasannya,
Apapun tantangannya,

Ku sadari kamu begitu sempurna hingga ku tak mampu menemukan sosokmu pada siapapun.

Aku nggak pernah merasa cinta ku untukm hal yang sia-sia
Ku tak merasa cinta ini hanya nafsu,
Namun ku melihat ia adalah sebuah ketulusan, keyakinan dan kekuatan.
Aku Cuma ingin kamu..
Di hari esok,

Dinginnya Sang Malam




Indah rembulan menyapa dalam dinginnya malam
Langit yang indah bersama sang rembulan malam ini
Lebih indah ketika malam ini ada kamu disini
Seperti kemarin

Dinginnya sang malam tak mampu menyadarkanku dari lamunan
Ku menganggap kau masih disini
Bersama merasakan dinginnya malam ini
Aku lupa, kita tinggal bersama fatamorgana hari ini

Namun, hanva tak pernah mengenal fatamorgana
Dalam dinginnya sang malam ini
Hanva kian terikat dalam ikatan yang ntah dari mana asalanya
Hingga detik ini akau tak memahami
Kehadirannya sejak awal hingga senyap dalam fatamorgana
Dan berakhir dengan waktu yang akan menjawab

Tapi ku yakin, hanva selalu ada di hatiku
Sekalipun malam begitu dingin
Hanva tak akan membeku
Fatamorgana kian menghangatkannya dalam pelukan kerinduan sang malam