Selasa, 16 September 2014

Surat untuk Kemendikbud



 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kepada yang terhormat: Bapak Muhammad Nuh, selaku MenDikBud RI
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Bapak, sudi kiranya Bapak membaca suara hati kami ini,  dari goresan-goresan pena  pelajar yang memiliki bejuta harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Walaupun kami sadar, Bapak lebih faham dari kami tapi tolong jangan abaikan goresan pena yang penuh dengan rasa cinta ini.
           
            Beberapa tahun belakangan  ini, pendidikan di Indonesia mengalami permasalahan yang tiada henti. Padahal, kami sadar pemerintahan telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia dengan berbagai kebijakan. Namun, permasalahan terus saja terjadi. Diantaranya, masalah ujian nasional yang dari tahun ketahun selalu mengalami kontroversi yang sangat dinamis dan tak kunjung terselesaikan. Terutama, masalah kebocoran soal yang sudah merupakan rahasia umum dan tradisi buruk yang seolah tidak dapat dihapuskan justru menjadi sebuah keharusan. Hal ini merupakan salah satu langkah awal kemerosotan dan perusakan mental dan akhlaq siswa siswi diseluruh jenjang pendidikan. Padahal mereka merupakan generasi harapan bangsa yang diharapkan dapat membangun Indonesia menjadi yang lebih baik. Akan tetapi, dari sejak dini mereka harus dipksakan dengan sebuah manipulasi yang sebenarnya dari hati mereka yang paling dalam pada awalnya sangat mereka benci.
            Kami sadar, sebenarnya ujian Nasional memang merupakan suatu sistem pendidikan yang baik sebagai standarisasi bagi pendidikan Indonesia agar lebih baik kedepannya. Namun, apabila kita lihat sekarang ini banyak kecurangan yang terjadi dimana-mana. Ini akan menimbulkan bahan standarisasi yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Perlu diketahui, bahwa itu semua dilakukan karna sebuah keterpaksaan yang dilakukan sudah sejak dari tahun ketahun sehingga menjadi sebuah keharusan dan kewajaran hingga sekarang. Kenapa? Karena bagi siswa siswi baik ditingkat SMP maupun SMA sederajat, terutama yang terletak jauh dari pusat perkotaan tentulah merasakan terkadang betapa tidak adilnya pendidikan di Indonesia. Sebab, belum benar-benar meratanya kualitas pendidikan yang ada diperkotaan dengan di Pedesaan. Jangankan ditingkat pusat, kualitas pendidikan ditingkat desa dengan kabupaten kota atau provinsi saja terkadang sudah jauh berbeda. Apalagi ditingkat pusat? Sedangkan soal-soal ujian Nasional menggunakan standarisasi nasional tanpa benar-benar meneliti dan melihat apakah sudah merata dan sampai target kualitas pendidikan diberbagai tempat? Mungkin, pemerintah sudah memberikan target kepada masing-masing sekolah, namun sudahkah benar-benar berjalan? Sehingga pada akhirnya dengan berbagai cara, sekolah-sekolah dan juga seluruh istansi pemerintahan yang terkait yang tidak mau terkena aib serta juga tidak rela melihat murid-muridnya yang telah bersemangat bersekolah setiap harinya, harus tersakiti dengan hasil tiga atau empat hari tersebut yang sebenarnya tidak adil bagi mereka, maka dengan keterpaksaan dan menanggung risiko yang sangat besar, merekapun melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan dan hati merekapun meronta dengan perbuatan itu. Menghalalkan hal yang haram demi keselamatan dan masa depan ratusan bahkan ribuan murid.
            Siapakah yang harus disalahkan? Apakah pemerintah? Tidak, tidak sepenuhnya pemerintah sebab tujuan awal baik dan kami sadar pemerintah telah bersusah payah melakukan berbagai kebijakan dan perbaikan demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.Dan kami tau, untuk membuat kebijakan akan pendidikan Indonesia ini dengan berbagai kepribadian dan kemampuan yang berbeda serta dengan jumlah yang tidak sedikit dari berbagai penjuru dunia tidaklah mudah. Ditambah lagi dengan otak atik tangan-tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan kepentingan pribadinya. Lantas apakah guru? Tidak.  Mereka hanya ingin yang terbaik untuk muridnya. Jika tidak, tidak mungkin selama bertahun-tahun mereka selalu menyisihkan waktunya untuk mengajar dan mendidik murid-murid di sekolah dengan kasih sayangnya memberikan arahan dan bimbingan untuk menjadi generasi yang lebih baik dan menjadi pemimpin bangsa yang beradab dan berilmu dimasa yang akan datang. Bukankah itu juga hal yang dilakukan oleh guru Bapak/Ibu? Lalu siapa? Apakah murid? Tidak, mereka hanya generasi muda yang ingin menuntut ilmu agar menjadi insan yang berguna, mengetahui apa yang tidak mereka ketahui, berkontribusi untuk tanah air kelahiran tercinta dan membanggakan dua malaikat dunia mereka. Bukankah itu juga mimpi bapak/Ibu? Selanjutnya siapa? Apakah para calo pembocor soal dan lainnya yang terkait memberikan bocoran tersebut? Mungkin sekilas mereka bersalah karna memberikan jalan. Namun, sebagian itu dilakukan karna keterpaksaan dan keterbutuhan akan ketidaksiapan baik secara mental maupun intelektual pelajar. Sehingga muncul peluang bagi mereka. Jadi siapa? Kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Kami telah salut dengan berbagai usaha pemerintahan untuk memajukan pendidikan Indonesia dan bahkan telah membuat berbagai cara untuk memperbaiki permasalahan pendidikan yang terjadi. Hanya menurut kami, pelajar Indonesia yang cinta Indonesia dan tidak mau masalah ini terus berlarut dan menjadi pijakan awal kehancuran moral para aset bangsa, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada Bapak MenDikBud beserta staff, maka adakalanya bagaimana jika mekanisme Ujian nasional sedikit kita perbaiki dengan polesan keadilan dan rasa cinta tanah air.
            Adapun perbaikan yang kami coba ajukan yaitu bukanlah dengan penghapusan UN, sebab penghapusan UN/UNAS bukanlah solusi yag tepat dari permasalahan ini semua. Karena itulah salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Selain itu, jika tidak ada standarisasi nasional, maka pendidikan di Indonesia akan semakin rendah dan akan banyak manipulasi dan monopoli di masing-masing sekolah untuk meraih keuntungan. Dan pendidikan di desa akan semakin terpuruk sebab hanya pendidikan di daerah kota saja yag semakin maju, sedangkan desa yang jauh dari pusat informasi semakin jauh tertinggal sehinnga tidak adanya bahan evaluasi Negara.
            Oleh karena itu, sebenarnya mekanisme yang harus diperbaiki secara maksimal agar tercapai tujuan yang maksimal dan sebenarnya. Selain itu, jika ingin melakukan standarisasi nasional maka lakukan pemerataan kualitas secara nasional. Jika mungkin sudah ada usaha untuk melakukan pemerataan tersebut, lakukan kontrol yang efektif dan penuh tanggung jawab dan kejujuran dengan mengarahkan aparat yang benar-benar dipercaya. Dan jangan mempolitikkan pendidikan, terkadang mekanisme telah baik, namun banyak tikus-tikus yang menggerogoti mekanisme tersebut untuk kepentingan pribadi, Sehingga tidak tercapai tujuan yang sebenarnya. Usahakan pendidikan didesa harus disamakan dengan kualitas kota, jika memang benar-benar ingin memajukan pendidikan di Indonesia. Mungkin memang tidak mudah, tapi bukankah ini tantangan untuk menjadi yang lebih baik dan benar-benar baik seperti ungkapan Bapak KeMenDikBud yang saya kutip dari redaksi suara Islam.com bahwa, “ karena dengan kesulitan akan membuat orang berusaha. Kalau tanpa tantangan, maka hidup ini justru menjadi tidak baik.”
            Dan kami sadar, ini bukan hanya tugas MenDikBud beserta staff akan tetapi juga siswa dan guru itu sendiri beserta aparat pemerintah yang terkait. Maka lakukanlah instruksi dan arahan untuk bekerjasama dalam melakukan kontrol dan pengembangan akan pendidikan, sekali lagi dengan catatan tanpa ada manipulasi dan dilakukan dengan sebenar-benarnya. Selain itu, untuk mensukseskan Ujian Nasional yang biasanya dilakukan diakhir semester setiap jenjang pendidikan, maka jika diperkenankan, bagaimana jika dilakukan try out-try out yang berstandar Nasional jauh sebelum Ujian Nasional dilaksanakan. Bisa saja dilakukan disetiap semester jenjang pendidikan atau kenaikan kelas. Namun, jangan dijadikan standar kelulusan terlebih dahulu. Ini hanya untuk menjadi tolak ukur ataupun kontrol, telah sejauh mana kemampuan siswa dan apakah telah benar-benar merata kualitas pendidikan di seluruh Indonesia atau belum. Dengan demikian, masih ada semester-semester berikutnya yang dapat menjadi perbaikan ataupun pelajaran untuk menuju Ujian Nasional yang sebenarnya. Serta menjadi bahan evaluasi masing-masing sekolah dan Negara, apasih yang salah dan kurang dari sistem pendidikan di masing-masing sekolah tersebut. Juga menjadi pelajaran bagi siswa itu sendiri agar mereka dapat mempersiapkan mental dan intelektual mereka sejak dini dengan terbiasa menghadapi ujian-ujian berskala nasional. Dengan demikian sekolah, terkhusus siswa dapat terus berpacu dan belajar untuk memperbaiki kesalahan yang ada.  Selanjutnya kepada pemerintah lakukan pendekatan dan perbaikan yang baik dan bijak tanpa adanya tekanan dari pusat untuk membenahi permasalah yang terjadi. Jika memungkinkan, benar-benar kontrol para guru untuk tidak melakukan kecurangan dalam uji coba tersebut yang dapat menghambat kebijakan yang ada. Sehingga, try out berjalan dengan maksimal. Dan diharapkan kepada guru sebagai agen yang lebih dekat dengan objek untuk meyakinkan mereka bahwa mereka bisa dan mempunyai kemampuan untuk mengahdapi ujian nasional tersebut tanpa ada kecurangan dan dilkukan dengan benar-benar jujur. Oleh karena itu, sebenarnya mental mereka yang perlu diyakinkan. Hingga waktu tempur yang sebenarnya tiba, seluruh siswa siswi tidak terlalu canggung lagi dengan yang namanya ujian secara nasional dan telah siap secara mental dan intelektual. Sebab jika Try out hanya dilakukan beberapa bulan sebelum ujian nasional, bagaimana lagi mau memperbaikinya? Waktu beberapa bulan yang tersisa tersebut kurang efektif. Sedangkan Ujian Nasioanal menjadi standarisasi kelulusan dan menentukan masa depan pelajar. Kemudian, jika siswa siswi yang tidak lulus, lantas harus mengikuti ujian susulan, maka diharapkan kepada semua pihak jangan pernah mengucilaknnya. Cukup dengan pemberian nilai yang tidak memuaskan, itu sudah cukup mengetuk hati mereka. Lakukan dengan prilaku adil termasuk di perguruan Tinggi. Sebab, terkadang orang yang jujur sering terkucilkan, apalagi di negeri ini. Bahkan, orang yang tidak jujur, tidak jarang sering dibanggakan.
            Dengan demikian, diharapkan dapat menghapuskan kecurangan yang menjadi pijakan awal pada kehancuran moral dan asset bangsa. Yang pada prinsipnya diawali karna ketidak siapan para pemerintah setempat dan sekolah termasuk intelektual dan mental siswa itu sendiri. Mental dan intelektual inilah yang harus disiapkan. Jika kedua-dua ini setidaknya telah dimiliki para siswa, maka kecil kemungkina kecurangan-kecurangan yang ada sekarang terjadi. Karna memang tidak dapat dipungkiri, kecurangan ini terjadi karena ada peluang. Dengan demikian, semoga terwujudnya pendidikan yang cerdas dan beradab. Sehingga lahir generasi muda calon pemimpin bangsa yang dapat membawa Indonesia menjadi yang lebih baik dan terbaik.
            Demikianlah surat cinta, dari anak bangsa yang mengemis sebuah harapan menuju Indonesia yang lebih baik. Terimakasih atas segala perhatian dan kesempatan bapak kepada kami untuk menyampaikan aspirasi ini, semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangan dan ketidak berkenaan.
Salam pelajar Indonesia
Indonesia pasti jaya
Pelajar pasti bisa
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  


Indah kenangan itu

Ramai terlihat suasana bercengkrama bersama indahnya alam sore ini
namun, tidak dengan hati yang kau tinggal disini.
terdiam terpaku membalut luka yang kian terus membesar
Ntah hingga kapan ia akan terus terluka

sembari mencoba untuk berfikir dewasa menerima semua keoutusanmu
namun, tak semudah teori
karena ku begitu memberikan hati ini seutuhnya untukmu
begitu besar percaya ini kepadami

Namun, ntah apa yang terjadi saat ini.
begitu jelas lemparan itu kepadaku
begitu jelas hati ini kau sia-siakan tanpa merasa bersalah
tanpa berusaha untuk mengobati atau menyingau sejenak apa kabar hato

begitu mudah kau lupakan semuanya
Begitu mudah kau tinggalkan begitu saja

ingin ku berbicara debganmu tentang semua ini
Namun kau tutup semuanya hingga rapat
seperti tiada sela bagiku untuk berucap lagi

begitu kejamkah hatimu
inikah hatkmu yang dulu selalu kau sanjung dan banggakan untuk meyakiniku

teganya dirimu membiarkanku terus terluka disini
tanpa mencoba untuk menyapaku dari kejauhan...

"INI DIA LELAKI HEBAT NAMANYA"

Lelaki HEBAT tidaklah diukur dari seberapa banyak ia telah menaklukkan hati wanita.
Tidak pula diukur dari seberapa banyak ia memiliki wanita dalam hidupnya.
Tidak pula diukur dari seberapa banyak wanita yang berusaha memperebutkannya.

Akan tetapi ia adalah seorang lelaki :

✓ Yang mampu menolak cinta banyak wanita hanya demi seorang wanita yang dicintainya.

✓ Yang mampu meneguhkan hatinya hanya demi seorang wanita yang dicintainya.

✓ Yang mampu memuliakan dan menjaga hati seorang wanita yang dicintainya.

✓ Dan yang mampu untuk selalu setia hati hanya untuk seorang wanita yang dicintainya.

Ketika ia telah berketetapan hati untuk menjatuhkan pilihan kepada seorang wanita.
Maka hanya dialah satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Yang akan selalu disayanginya sampai ajal memisahkan mereka.

Ketika ia kaya pun..
Maka ia tak akan mudah berpaling pada wanita yang lain.
Itu baru lelaki HEBAT namanya.

5 HAL YG SERING DISESALI MANUSIA SEBELUM MENINGGAL

Tak ada yang pernah tahu kapan kita akan dipanggil 'pulang' selama-lamanya dari dunia ini.
Namun selagi hidup kita hanya sekali, janganlah menyia-nyiakan kesempatan ini dengan berbagai rasa pesimis dan ketakutan. Mengapa?

Seorang perawat yang bekerja bertahun-tahun di sebuah rumah sakit, sudah seringkali menghadapi pasien-pasien yang menjelang akhir hayatnya.
Ia menceritakan bahwa biasanya mereka berbagi cerita dan pikiran selama kira-kira 2-3 minggu terakhir sebelum meninggal.

Inilah beberapa penyesalan yang mereka ceritakan pada perawat itu. Sebelum Anda melakukan penyesalan yang sama, bacalah pengakuan mereka.

Berani Menjadi Diri Sendiri
"Kuharap aku lebih berani menjadi diriku sendiri, bukan menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan orang banyak."

Tanpa sadar, ada banyak orang yang hidup dan menjadi sosok yang sebenarnya bukan mereka.
Kadang kita ingin bergaul dan disukai oleh orang lain, namun dengan menggunakan mind set yang salah.
Kita berpikir untuk menjadi orang yang menyenangkan mereka, namun akibatnya kita menjadi orang lain untuk mendapatkan itu.

Akibatnya, kadang banyak mimpi kita sendiri yang tak terpenuhi karena kita terlalu banyak memikirkan kata orang, pendapat orang dan kebahagiaan orang lain.
Hidup dengan menggenggam dan mewujudkan mimpi Anda adalah hal yang menyehatkan dan membahagiakan.



Tidak Bekerja Terlalu Keras
Banyak pasien pria yang mengalami hal ini.
Akibat terlalu keras bekerja, mereka kehilangan masa muda, kehilangan waktu bersama anak-anaknya serta orang yang mereka cintai.
Kebanyakan waktu orang yang bekerja, lebih banyak habis di kantor.

Buatlah hidup Anda lebih sederhana, maka uang bukan satu-satunya target Anda.
Katakanlah Anda ingin bahagia, maka Anda bisa mewujudkannya dengan uang secukupnya yang Anda punya.
Bila Anda punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang penuh kasih sayang, Anda akan lebih bahagia dan menemukan kesempatan yang lebih cocok dengan gaya hidup Anda.



Kuharap Aku Lebih Berani Mengungkapkan Perasaanku
Faktanya, banyak orang yang memendam perasaan mereka demi memelihara perdamaian dengan yang lain.
Namun bisa juga karena hanya ingin main aman. Hasilnya? Mereka tak akan pernah meraih atau menemukan apapun bila mereka selalu bersembunyi dari perasaan mereka sendiri,

Well, kita tak bisa mengendalikan perasaan orang lain atau reaksi mereka pada perasaan kita. Meski begitu, hal tersebut bukan alasan untuk tidak mengatakan dengan jujur perasaan kita pada mereka.
Kadang mereka yang sudah berpasangan pun masih sering sulit mengutarakan perasaan pada pasangan mereka.



Aku Ingin Bersama Lebih Lama Dengan Teman-temanku
Dunia ini menjadi lebih hangat, ceria dan bersemangat ketika kita bertemu dengan teman-teman.
Namun seringkali, kesibukan dan gaya hidup membuat waktu kita terenggut bersama mereka.
Bahkan kadang, kita mengabaikan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman-teman kita karena sibuk dengan urusan kita sendiri.

Namun saat kita mendekati kematian, apa yang tadinya membuat Anda mengabaikan teman-teman Anda, uang, gaya hidup dan kesibukan, tak lagi penting.
Anda hanya ingin kehangatan bersama mereka lebih lama.
Anda tak ingin sendirian....



Aku Ingin Lebih Bahagia Dari Ini
Faktanya, banyak orang yang merasa belum bahagia.
Mungkin sebelumnya, mereka bahkan tak tahu apa yang bisa membuat hidup ini lengkap, selain hanya memikirkan apa yang membuat mereka merasa senang.
Atau mereka yang terjebak dalam pola hidup serta kebiasaan yang tak berubah, dengan kata lain 'comfort zone'.

Kebahagiaan ada pada mereka yang punya mimpi dan mengejarnya, ada pada orang yang mau jujur dengan perasaannya, ada pada orang yang tak menghabiskan waktu untuk rutinitas kerja belaka.
Hidup ini pilihan.
Pilihlah dengan sangat sadar, pilihlah dengan bijak sana, pilihlah dengan jujur pada diri Anda sendiri.
Terakhir, pilihlah kebahagiaan untuk hidup Anda.

Sampaikanlah Kepada Wanita

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sampaikanlah kepada Wanita...
Kecantikannya dapat menyalakan dunia ini. Dia ibarat sepotong surga yang menyilaukan mata siapapun yang melihatnya. Namun jika kecantikan ini terserak, maka akan menjadi hidangan yang ternikmat bagi nafsu jalang manusia. Kecantikan itu yang akan membawanya menduduki level yang pantas baginya, entah yang paling terhormat, ataupun yang paling terhina.

Godaan dan rayuannya, dapat melayangkan dan melenakan siapapun menuju sebuah dunia yang tidak lagi dikenali manusia. Adakah di dunia ini racun yang lebih hebat selain yang timbul dari fitnah seorang wanita? Atau adakah madu yang lebih manis selain yang hadir dalam keindahan wanita?

keteduhannya dapat menenangkan dalam dahsyatnya hati yang bergolak. Dia adalah cerminan dari sebuah kebijaksanaan, yang bahkan lebih dalam dari pada kewibawaan seorang laki- laki.
Keteduhan itu bisa hadir dari kesabarannya. Jika wanita bisa bersabar menghadapi dirinya sendiri dan semua cobaan yang datang kepadanya, maka dunia ini akan tetap baik- baik saja.

Keteduhan itu bisa hadir dalam lisannya. Lisan mereka adalah ibarat pisau bermata dua, dia bisa jadi penegak atau penghancur suaminya. Semua tergantung kepada pilihan yang berakar dari kebijakan hatinya sendiri.

Keteduhan juga dapat hadir dalam semangatnya. Semangat wanita adalah penguat. Walaupun dengan kelemahan fisik, namun keteguhan jiwa wanita dapat mengubah dunia dari kegelapan menjadi penuh cahaya, meleburkan keputusasaan menjadi niat yang tangguh, bahkan mampu untuk memindahkan gunung sekalipun.

Keteduhan juga hadir pula dalam kelembutannya. Lembutnya wanita adalah refleksi dari keagungan dan kasih sayang Allah, yang muncul di dunia. Ya, dimana lagi tempat berteduh yang lebih hangat di dunia ini, selain dalam dekapan ibu?

Keteduhan itu hadir dalam ketaatannya. Taatnya dia kepada Allah, mengantarkannya menuju tempat...

"TIPS MENUNGGU DAN MENJEMPUT HADIRNYA JODOH"

1. Jangan fokus pada siapa yang harus dipilih. Tapi fokus melakukan perubahan diri yang lebih baik agar pantas mendapatkan jodoh yang baik.

2. Jangan menginginkan seseorang menjadi seperti yang kita harapkan. Tapi bagaimana kita bisa menjadikan diri seperti orang yang kita harapkan.

3. Berusaha memposisikan diri untuk siap lahir batin serta berani menghadapi pernikahan kapanpun jika sewaktu-waktu jodoh telah hadir.

4. Berusaha untuk tidak patah semangat dan trauma terhadap masa lalu yang kurang menyenangkan. Bukalah lembaran baru yang lebih baik mulai hari ini dan untuk hari-hari selanjutnya.

5. Menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan sebanyak-banyaknya. Akan lebih baik jika banyak bergaul dengan sahabat yang baik. Siapa tahu jodoh kita berada di antara mereka.

6. Jangan terburu-buru menilai atau memberi kesimpulan kepada seseorang itu tidak layak bersama kita. Karena sejatinya jodoh itu akan hadir atas ridha Allah. Sedangkan kewajiban kita hanya berikhtiar.

7. Jangan terlalu mengkhawatirkan usia. Di usia berapapun menikah tetap baik jika kita mampu mempertanggungjawabkan pernikahan tersebut di hadapan Allah. Bagi pasangan, keluarga besar serta masyarakat.

8. Teruslah beriikhtiar dan berdoa. Karena doa bisa mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin sesuai kehendak-Ny

" MELUPAKAN MASA LALU YANG MENYAKITKAN "

Jika pada masa lalu engkau pernah disakiti seseorang.
Jika pada masa lalu engkau pernah dikecewakan seseorang.
Maka tak ada alasan bagimu untuk tidak memberi maaf padanya.

Akan tetapi..

Sudah ada cukup alasan bagimu untuk tidak mempercayainya kembali.
Sudah ada cukup alasan bagimu untuk tidak mengharapkannya kembali.

Berhentilah memikirkan orang2 yang telah mengecewakanmu di masa lalumu.
Berhentilah berharap kepada orang2 yang telah dengan sengaja menyakitimu di masa lalumu.
Kerana hal itu akan membuat banyak waktumu terbuang percuma dan sia-sia.

Berprasangka baiklah kepada Allah..

Kerana Dia pasti punya alasan kenapa ia tidak berada bersamamu pada masa sekarang.
Kerana Dia pasti punya alasan kenapa ia tidak berada bersamamu pada masa depanmu.

Ada saatnya Dia tidak selalu memberi apa yang kita inginkan.
Ada saatnya Dia tidak selalu menuruti apa yang kita harapkan.

Tapi yang pasti..

Allah lebih Mengetahui apa yang kamu butuhkan daripada sekedar apa yang kamu inginkan.
Akan ada waktu yang tepat kapan Dia akan memberimu sesuatu yang lebih indah dibandingkan dengan apa yang telah hilang dari genggamanmu.

Dan itulah sebenar-benarnya Karunia Nikmat_Nya yang terkadang banyak dari kita tidak menyadarinya...